Pemeriksaan referensi merupakan suatu langkah dalam proses seleksi untuk mengetahui pelamar lebih jauh melalui orang lain. Kalau langkah sebelumnya “menggali” informasi sebanyak-banyaknya melalui pelamar sendiri.
Maka untuk memperkuat informasi yang di dapat dari langkah sebelumnya, maka panitia seleksi mencari referensi lain diluar dari pelamar sendiri.
Langkah ini ditempuh untuk mencari informasi keadaan pelamar yang sebenarnya di masyarakat, misalnya bagaimana proses sosialisasi di masyarakat, bagaimana berhubungan dengan teman-temannya, atau bagaimana prilaku mereka di tempat kerja sebelumnya.
Oleh karena itu, biasanya yang diminta memberikan referensi adalah orang yang mengenal pelamar secara baik, seperti : temannya, atasannya, guru atau dosennya, dan sebagainya.
Pada kenyataaannya pemberi referensi ini selalu menonjolkan segi-segi positifnya dari pelamar, tanpa disertai dengan kelemahankelemahan yang dimiliki oleh pelamar.
Untuk mengantisipasi hal ini, pihak panitia penerimaan biasanya menempuh jalan dengan menghubungi langsung orang-orang yang diperkirakan mengenal dengan baik si pelamar.
Melalui upaya ini pihak panitia memperoleh informasi mengenai sikap, kelebihan-kelebihan serta kelemahankelemahannya. Dengan mengetahui diri si pelamar, maka pihak organisasi dapat membina dengan baik, dapat memberikan pekerjaan tertentu kepada pegawai tersebut. []