SDM itu Penting

Beberapa tahun lalu, saya bertemu dengan seorang business owner  yang cukup dikenal di wilayah Solo Raya, pusat usahanya di kota asri di lereng gunung Lawu, Karanganyar. Orang sana mengenalnya dengan sebutan Mas Fauzi. Orangnya sangat humble dan wajahnya menunjukkan orang yang intelek sekaligus alim. Meski memiliki bisnis yang semakin membesar, beliau tetap rendah hati. Bisnis brownis nya sedang berkembang pesat. Dan seiring dengan itu jumlah karyawannya juga terus bertambah. Yang saya salut dari lelaki paruh baya ini adalah minat belajar yang sangat tinggi.

Mas Fauzi sengaja ingin bertemu saya di sela-sela rangkaian kegiatan training di Solo. Beliau mengundang saya ke kantor yang waktu itu masih menjadi rumah tinggal keluarganya juga. Namun sekarang gedung itu sudah full menjadi kantor.

Sambil menikmati brownis produksinya yang legit, dan segelas teh hangat menemani pembicaraan kami. Sambil didampingi istrinya yang berjilbab rapi, kami terlibat diskusi panjang tentang manajemen SDM terutama membahas tentang keinginan pasangan pengusaha ini untuk me-manage orang-orangnya dengan lebih profesional.

“Bisnis ini semakin berkembang, dan jumlah karyawan terus bertambah. Awalnya kami menganggap bahwa mengelola orang akan bisa kami atasi secara natural seiring binis berjalan. Namun kenyataannya tidak demikian. Banyak permasalahan kami temukan di lapangan, dan kami butuh bantuan untuk mengelola permasalahan ini. Karena itu mohon pencerahan dan arahan dari Coach JS (begitu mereka memanggil saya).” Mas Fauzi mengawali pembicaraan.

Kemudian istrinya juga menambahkan beberapa hal, masalah dan kendala yang mereka temukan dalam perjalanan bisnisnya. “Intinya kami ingin mendapatkan arahan bagaimana sebaiknya kami mengelola SDM ini.” Begitu istrinya menambahkan, sambil mempersilakan saya mencicipi brownis kering, salah satu produk baru mereka.

Saya mendengarkan dengan seksama, apa saja keluhannya, bagaimana kondisi bisnis dan orang-orangnya, apa permasalahan ketenagakerjaan yang dialami, apa yang diharapkan dari karyawannya, program apa yang sudah dijalankan, bagaimana administrasi kepegawaian yang sudah dijalankan, siapa yang selama ini mengurus kepersonaliaan, bagaimana program pelatihan yang sudah dilakukan, hingga bagaimana ketika terjadi karyawan yang mengundurkan diri atau terpaksa diberhentikan karena alasan tertentu.

Berdiskusi dengan couple preneur dari Karanganyar ini saya jadi ingat beberapa konsep pendampingan yang pernah saya lakukan di perusahaan-perusahaan atau lembaga yang lain yang dulu juga mengalami kondisi yang sama. Memang, awalnya sebagian besar usaha, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) agak ‘mengesampingkan’ urusan SDM karena mereka menganggap bisnis masih kecil, karyawan belum banyak, maka mereka nyaris tidak memikirkannya.

Hingga ketika bisnis meningkat, jumlah karyawan bertambah banyak dan problem ketenagakerjaan semakin terlihat, mereka –para owner- baru mulai sibuk memikirkan SDM.

Sebenarnya, masalah SDM ini jika dibuat garis besar, terdiri dari 3 bagian utama : ATTRACK (memikat, merekrut), DEVELOP (mengembangan) dan RETAIN (menjaga). Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:

  1. ATTRACK
    Adalah rangkaian program yang dilakukan untuk menarik calon tenaga kerja agar melamar, mengikuti seleksi dan bergabung dengan bisnis kita. Bagian terpenting dari attract the talent adalah:
    1. Manpower Plan
    1. Recruitment
    1. Selection
    1. Legislation (Pengikatan Kerja)
  • DEVELOP

Setelah kita terima, maka kandidat yang sudah terpilih harus dilatih, dikembangkan dan diarahkan agar mereka mau dan mampu menjalankan pekerjaan yang kita berikan dapat dikerjakan dengan optimal, hasil yang terukur dan karyawan juga mengalami pertumbuhan dalam hidupnya, tambah pintar, tambah terampil dan karirnya juga semakin meningkat. Bagian dari developing talent adalah:

  1. Induction Training (Orientation)
    1. Mengarahkan mereka dengan 3 langkah pengarahan: ATUR, ALUR dan UKUR
    1. Program Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
  • RETAIN

Adalah rangkaian program yang dilakukan untuk mempertahankan orang berbakat (talenta) yang sudah bekerja bersama kita agar mereka nyaman dalam bekerja, betah bersama bisnis kita, memiliki kualitas hidup yang semakin baik, semakin produktif dan semakin loyal dengan perusahaan/organisasi kita. Bahkan saat harus meninggalkan perusahaan kita, mereka pun meninggalkan organisasi dengan bahagia.

Bagian ini meliputi:

  1. Kompensasi dan Benefit
    1. Manajemen Karir
    1. Separation System (Exit Management)

Mas Fauzi dan istrinya terlihat serius memperhatikan penjelasan saya dan bahkan mereka mencatat dengan rapi semua penjelasan saya. Tak terasa hari sudah cukup larut malam, teh dalam gelas saya bahkan sudah berkali-kali di-refill dan potongan-potongan brownis yang sangat enak itu entah sudah berapa banyak yang masuk ke mulut saya. Kini tinggal beberapa potongan saja yang tersisa di meja.

Istri Mas Fauzi bilang bahwa mereka siap menjalankan apa yang saya jelaskan dan bahkan mereka meminta saya agar bersedia menjadi pendamping tim HRD yang akan segera mereka bentuk. Mereka sangat serius ingin mengelola SDM dengan lebih profesional. Mereka meyakini bahwa mengembangkan orang adalah syarat mutlak untuk mengembangkan bisnis. Grow your people and your business will grow.

Saya setuju dengan mereka berdua.

Pada bab-bab berikutnya, saya akan mengupas lebih jauh tentang 3 hal utama dalam manajemen SDM ini: attract, develop dan retain. Saya juga akan membahasa sekaligus memberikan panduan praktis berikut contoh-contoh dan form-form tinggal pakai yang siap langsung Anda gunakan.

Are you ready?

Leave a Comment