Banyak perusahaan yang memperlakukan karyawannya sebagai sumber daya manusia semata (human resource). Hal ini menyebabkan perusahaan memperoleh keuntungan seadanya.
Di sini kami mengajak Anda memandang karyawan sebagai modal manusia (human capital) dengan seluruh pengetahuan, keahlian, dan keterampilannya sehingga dapat menjalankan sumber daya lainnya.
Namun banyak yang bertanya apa yang dimaksud dengan modal manusia ini?
Secara harfiah modal manusia (human capital) merupakan pengetahuan (knowledge), keahlian (expertise), kemampuan (ability), dan keterampilan (skill) yang menjadikan manusia sebagai modal atau aset dari sebuah organisasi atau perusahaan.
Human Capital menurut para ahli:
- Modal manusia adalah akumulasi pengetahuan, keahlian, pengalaman, dan atribut-atribut kekuatan pekerja lainnya yang relevan di dalam kekuatan pekerja sebuah organisasi dan memacu produktivitas, kinerja, dan pencapaian tujuan strategis.
- Human capital merupakan kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan kemampuan seseorang untuk menjalankan tugasnya sehingga dapat menciptakan suatu nilai untuk mencapai tujuan. (Malhotra dan Bontis)
Sehingga saat karyawan atau manusia yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi, perusahaan tetap bisa menggunakan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang dimiliki karyawan tersebut. Artinya, di sini manusia dipandang sebagai sebuah modal atau aset yang berharga bagi perusahaan (human capital).
Pentingnya Human Capital Management
- Human capital management merupakan pengembangan baru dari human resource management.
- Dahulu manajer lini hanya memandang manusia sebagai kewajibannya, sedangkan sekarang manusia dianggap sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja perusahaan.
- Dengan demikian, tidak ada lagi istilah eksploitasi tenaga manusia semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaannya.
Menurut Larkan,“Human capital lahir didasari oleh fenomena bahwa pada abad 21 ini kesadaran manajemen perusahaan dalam pengelolaan SDM semakin tinggi. Perusahaan- perusahaan mulai menyadari bahwa kinerja perusahaan bukan hanya ditentukan oleh capital yang berupa finansial, mesin, teknologi, dan modal tetap, melainkan terutama dipengaruhi oleh intangible capital, yaitu sumber daya manusia (SDM).” []