Malam itu saya dikejutkan dengan masuknya sebuah panggilan di telepon seluler saya. Seorang kenalan di organisasi pengusaha, Mbak Hesti tiba-tiba menelepon saya. Lebih terkejut lagi saat ia bilang sudah ada di Kudus, kota tempat tinggal saya. Dia menginap di sebuah hotel terkenal di kota ini dan mengundang saya makan malam bersama keluarganya. Katanya ia ingin diskusi dengan saya terkait pengelolaan SDM dalam bisnisnya yang saat ini sedang melakukan rekrutmen besar-besaran karena berkembangnya bisnis.
Mbak Hesti berusia 1-2 tahun lebih tua dari saya, tapi pengalaman bisnisnya sangat luar biasa. Bisnis soto tradisional yang dikelola keluarganya, jadi melesat ketika dikelola dengan tangan dinginnya. Saat bertemu saya waktu itu sudah memiliki hampir 15 cabang. Dan 2 tahun setelah itu melesat menjadi 2 kali lipat lebih. Padahal 2 tahun sebelumnya baru punya 3 cabang. Bisnisnya fenomenal, “hanya” jualan soto, dengan harga “kampung” namun omsetnya menembus ratusan M.
Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya itu, dengan bertambahnya cabang baru maka otomatis kebutuhan karyawannya juga meningkat tajam. Boleh dibilang saat itu cukup kewalahan untuk melakukan perekrutan dalam jumlah yang banyak di kota yang berbeda.
Sambil menikmati kuliner khas Kudus, saya menikmati diskusi bersama Mbak Hesti yang ternyata didampingi suami, juga putri kecilnya yang lucu, serta seorang yang membersamai kami yang dikenalkan sebagai manager HRD-nya.
“Begini Coach, alhamdulillah bisnis ini terus bertumbuh. Namun saat ini kami menemui kendala rekrutmen. Karena kebutuhan yang tiba-tiba banyak, sedangkan kami belum punya standar rekrutmen yang baku yang bisa dieksekusi serantak di beberapa kota. “ Mbak Hesti mengawali pembicaraan setelah mengenalkan keluarga dan anggota timnya.
“Jika Coach JS tidak keberatan, kami mohon dibantu untuk membuat standar perekrutan, tools (alat-alat) yang bisa kami pakai untuk menghasilkan rekrutan terbaik.” Lelaki yang dikenalkan sebagai manager HRD menambahkan.
Memang hal ini kejadian umum yang terjadi saat bisnis semakin berkembang. Memang salah satu efek dari scale up bisnis adalah kebutuhan SDM yang semakin bertambah. Apalagi untuk bisnis kuliner seperti bisnisnya Mbak Hesti ini. Setiap cabang minimal membutuhkan 12-15 orang untuk front liner hingga bagian dapur. Bisa dibayangkan betapa besar upaya yang harus dilakukan.
Rekrutmen untuk mencari kandidat terbaik yang sesuai dengan kebutuhan kita, saya menyebutnya dengan attract the talent.
Secara teknis proses ATTRACT karyawan bisa dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu: recruitmen, selection dan legislation.
- RECRUITMENT
Adalah serangkaian proses yang dilakukan dalam merencanakan kebutuhan tenaga kerja, membuat diskripsi kerja, menyebarkan informasi lowongan pekerjaan hingga didapatkan pelamar dalam jumlah yang memadai agar kita memiliki pilihan yang sesuai dengan kebutuhan kerja di perusahaan kita.
- SELECTION
Adalah rangkaian proses memilih kandidat dari pelamar yang masuk baik itu melalui seleksi administrasi, menggunakan alat-alat seleksi hingga didapatkan kandidat terbaik. Istilahnya adalah fit to the job.
Dalam proses ini digunakan beberapa teknik dan alat tes seperti Personality Test, Tes Psikologi, Wawancara maupun alat lain yang sesuai, bahkan jika perlu dilakukan uji ketrampilan teknis.
- LEGISLATION
Setelah terpilih kandidat yang paling sesuai, maka harus segera dilakukan penawaran kerja (job offering) dan proses ikatan kerja (perjanjian kerja).
Percakapan semakin hangat, apalagi teh hangat dan cemilan pisang goreng hangat juga menemani diskusi kami. Ada banyak insight baru yang saya dapatkan dari permasalahan rekrutmen di dunia kuliner.
Kemudian saya memaparkan bagaimana strategi rekrutmen yang bisa dijalankan sebagai solusi bagi bisnisnya Mbak Hesti dan tim.
ATTRACT
Attract artinya menarik. Yakni membuat seseorang tertarik untuk bergabung dengan perusahaan kita karena ada tantangan atau peluang yang membuat kandidat memiliki minat untuk masuk dalam organisasi kita.
Kita mengenalnya dengan proses rekrutmen.
- Rekrutmen merupakan serangkaian kegiatan dengan tujuan utama untuk mencari dan memikat para pelamar pekerjaan dengan memberikan mereka motivasi untuk bisa memperlihatkan kemampuan dan pengetahuan mereka demi menutupi kekurangan posisi yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian dalam sebuah perusahaan ataupun suatu instansi.
- Menurut Schermerhorn, rekrutmen sendiri merupakan serangkaian proses untuk penarikan sekelompok kandidat guna mengisi posisi yang lowong dalam sebuah perusahaan ataupun instansi.
- Proses perekrutan yang efektif akan mampu menghadirkan sumber daya manusia terbaik dan mampu menarik perhatian dari orang-orang yang punya kemampuan dan keterampilan khusus untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan yang butuhkan.