Pada umumnya bahwa hampir setiap perusahaan memiliki kriteria dari calon karyawan sesuai standarisasi yang berlaku untuk semua posisi yang membutuhkan tenaga kerja yang baru.
Tak hanya itu, ekspektasi perusahaan tentu saja berbeda dari bagaimana proses penyaringan. Semua calon karyawan umumnya memiliki keahlian dan karakteristik berbeda agar memberi hasil seimbang atau bahkan hampir sempurna untuk kemajuan perusahaan dalam persaingan kerja.
HRD memiliki peranan penting untuk menentukan pilihan atas semua calon karyawan yang dicari dan diinginkan perusahaan apakah memenuhi syarat kelayakan atau tidak, dari setiap jabatan atau posisi yang sedang dibutuhkan.
Bahkan, untuk tahap penerimaaan ini tidak selalu mudah karena HRD harus mempertimbangkan dengan sangat matang bersama pimpinan perusahaan karena posisi yang akan diemban biasanya berperan penting terhadap kinerja bagi semua orang.
Konsep Dasar Alat Tes Seleksi
Kualitas alat tes seleksi karyawan ditentukan oleh dua faktor utama, yakni
- Validitas : tingkat akurasi alat tes dalam memprediksi kinerja calon karyawan. Misal, jika dalam skor suatu tes, si Abun mendapat skor A, maka ketika kelak bekerja, si Abun memang benar-benar merupakan pekerja yang hebat.
- Realibilitas : konsistensi alat tes seleksi. Artinya, alat tes akan memberikan skor yang relatif konsisten – meskipun seseorang melakukan pengulangan tes.
Berikut ini akan diulas beberapa alat tes yang bisa Anda gunakan untuk proses seleksi. Beberapa alat tes ini bisa dilakukan secara internal oleh bagian HRD atau bisa menggunakan jasa eksternal sesuai dengan sumber daya yang ada di organisasi Anda.
Mengenali Kandidat dengan Tes DISC
DISC merupakan salah satu tes untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan karakter seseorang ke dalam empat kategori, yaitu Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance.
Seperti halnya tes kepribadian lainnya, tes DISC diberikan melalui daftar serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara cepat dan spontan.
Tes ini pertama kali dikembangkan oleh psikolog dari Harvard University William Moulton Marston pada tahun 1920. Hingga kini, DISC personality test masih digunakan secara luas untuk mengetahui karakter individu, termasuk saat rekrutmen karyawan perusahaan.
Apa manfaatnya?
Dengan mengetahui karakteristik kandidat, Anda dapat menempatkan mereka untuk peran yang sesuai. Setiap karakter kepribadian DISC masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan yang dapat Anda petakan menurut jenis pekerjaan di perusahaan Anda.
Tipe karakter kepribadian DISC
· Dominance (D)
- Ini merupakan tipe individu pengambil risiko, ambisius, tegas, mandiri, dan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang cukup baik.
- Kelebihan mereka adalah menyukai tantangan dan perubahan, mencari inovasi dan hal-hal baru, dan pekerja cepat.
- Kemungkinan kelemahan antara lain mudah bosan dengan rutinitas, sering melanggar aturan, dan suka berargumen.
- Hal yang paling ditakuti karakter ini adalah dimanfaatkan orang lain.
· Influence (I)
- Kelompok ini memiliki kepribadian yang antusias, ekspresif, dan optimistis. Mereka umumnya suka menjadi pusat perhatian, mudah emosional, impulsif, gemar berbicara, dan punya kemampuan persuasif untuk memengaruhi orang lain.
- Kelebihan mereka adalah mudah memotivasi orang lain, mampu menengahi konflik, kreatif memecahkan masalah, dan humoris.
- Kemungkinan kelemahan mereka antara lain kurang perhatian pada hal detail, kadang sibuk mencari popularitas dan perhatian ketimbang fokus pada hasil kerja, dan tidak bisa menjadi pendengar yang baik.
- Hal yang paling mereka takuti adalah mendapat penolakan dari lingkungan sosial.
· Steadiness (S)
- Ini tipe kepribadian yang stabil, seorang pendengar yang baik, penyabar, loyal, mudah ditebak, hangat, bersahabat, serta peka terhadap situasi dan sikap orang lain.
- Kelebihan mereka adalah dapat diandalkan dalam bekerja, pandai menyelesaikan konflik dan perselisihan, taat pada aturan, dan penuh empati.
- Kemungkinan kelemahannya antara lain tidak suka perubahan, sulit beradaptasi, sensitif pada kritik, sulit menentukan prioritas, tempo kerja lambat, dan menyimpan dendam.
- Hal yang paling ditakuti adalah kehilangan rasa aman atau keluar dari zona nyaman.
· Compliance (C)
- Kepribadian ini punya kemampuan analitis yang kuat, menaruh perhatian pada hal-hal yang detail, bekerja secara akurat, berpikir sistematis, dan punya standar kerja yang sangat tinggi.
- Kelebihan mereka adalah tekun, bekerja tuntas, teliti, objektif, dan suka dengan hal-hal yang berbasis data dan fakta, pintar menyampaikan kritik dengan baik dan tepat.
- Kemungkinan kelemahan karakter ini antara lain kaku dan terikat pada prosedur dan metode yang baku.
- Hal yang paling ditakuti adalah mendapat kritik terhadap hasil pekerjaannya.
Dengan mempertimbangkan kepribadian tersebut, Anda dapat menggunakan tipe kepribadian kandidat untuk memenuhi kebutuhan karyawan sesuai dengan jenis pekerjaan.
Misalnya, Anda ingin merekrut kandidat untuk staf marketing atau tenaga penjualan, maka Anda bisa mempekerjakan mereka yang memiliki karakter Influence. Staf HR lebih cocok untuk kandidat tipe Steadiness, sedangkan Compliance dapat Anda pekerjakan sebagai data analyst dan akuntan.
Bagaimana dengan Dominance? Ini lebih cocok untuk peran pemimpin atau jabatan yang mengatur dan mengorganisir orang lain, seperti manajer atau kepala bagian.
Tetapi, karakter bukan satu-satunya faktor untuk mempekerjakan kandidat, Anda tetap harus memperhatikan keterampilan dan pengalaman kerja sebagai syarat untuk menjalankan pekerjaan. []