Tes psikologi juga menjadi salah satu tolak ukur HRD perusahaan dalam menilai karyawan. Sebagian kandidat, apalagi fresh graduate akan berpikir apa manfaatnya dan hubungan tes tersebut dengan posisi yang diiklankan. Bukankah yang lebih penting adalah kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan perusahaan, begitu mungkin pendapat sebagian orang.
Namun sebagai HRD kita memahami bahwa dalam setiap kegiatan selalu ada persiapan. Atlet berlatih keras sebelum bertanding untuk pertama kali karena persiapan yang baik menentukan hasil yang akan diperoleh. Seorang yang sangat kompeten di bidangnya, mungkin bisa dikatakan ahli, belum tentu bisa melakukan pekerjaan dengan baik jika tidak menguasai “hal” yang tidak kelihatan ini.
Di sinilah tes psikologi berperan untuk mendapatkan kandidat yang tepat (belum tentu yang paling memenuhi kualifikasi).
Apa saja yang bisa “dibaca” dari hasil psikotes?
- Kekuatan dan Ketahanan Mental
Kekuatan dan ketahanan mental seseorang menentukan sikap dalam menghadapi tantangan dan pertumbuhan. Setiap orang yang mengerjaakan pekerjaan akan berhadapan dengan masalah, entah itu karena perbuatan sendiri, orang lain, atau sesuatu hal baru yang diberikan perusahaan.
Tes psikologi membantu menilai kemampuan kandidat dalam mengatasi tekanan-tekanan dalam pekerjaan.
· Kreativitas
Perusahaan melakukan rekrutmen untuk mendapatkan pekerja-pekerja yang bisa diandalkan, bukan hanya sekedar robot yang mengerjakan tugas.
Psikotes berfungsi untuk menguji kreativitas calon karyawan, yang diharapkan akan berguna saat menghadapi masalah dan tantangan di tempat kerja. Karyawan yang luar biasa menyelesaikan masalah dan hanya melaporkan proses serta hasilnya kepada manajer.
· Kecerdasan Emosional
Beberapa tahun yang lalu, perusahaan masih merekrut berdasarkan nilai ijazah dan sejenisnya, namun banyak karyawan yang memenuhi kualifikasi tersebut tidak bisa menunjukkan kinerja yang baik dalam pekerjaan.
Muncul kemudian istilah Emotional Quotient (EQ) yang mempunyai pengaruh lebih besar daripada IQ.
Seseorang yang tidak bisa mengelola emosi dengan baik akan cenderung sulit diterima oleh banyak orang dan sulit bekerja sama dalam tim.
Karyawan yang mudah marah, emosi negatif bisa mempengaruhi kinerja, bahkan bisa cenderung mengeluarkan kata-kata atau melakukan tindakan yang nantinya disesali di kemudian hari. Inilah pentingnya psikotes dilakukan dalam proses rekrutmen, untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional kandidat.
· Kemampuan Menyelesaikan Masalah
Salah satu hal terpenting yang dilihat perusahaan saat rekrutmen bukan saja kemampuan kandidat dalam menyelesaikan tugas, namun sesuatu yang lebih berharga daripada itu, yaitu kemampuan menyelesaikan masalah. []